Mengapa Palestina Tidak Bisa Sekadar Merelakan: Jawaban untuk Opini ‘Sudah Terlanjur’

🧠 Opini Umum: “Ya Sudahlah, Sudah Terlanjur…”

Kita sering mendengar pendapat seperti ini:

“Konflik ini sudah terjadi puluhan tahun.”
“Israel sudah kuat.”
“Daripada perang terus, lebih baik rakyat Palestina merelakan saja.”

Sekilas, ini terdengar seperti ajakan damai. Tapi apakah itu benar-benar solusi yang adil dan masuk akal?

Mari kita telaah lebih dalam.


⚖️ 1. Kejahatan Tidak Bisa Dianggap Wajar Hanya Karena Sudah Lama

Bayangkan jika logika “sudah terlanjur” diterapkan dalam konteks lain:

  • “Korupsi sudah lama terjadi, jadi relakan saja.”

  • “Kekerasan dalam rumah tangga sudah bertahun-tahun, jangan ribut lagi.”

➡️ Itu bukan solusi, itu pembiaran terhadap kejahatan.

Waktu tidak menghapus kezaliman, dan luka tidak sembuh hanya karena usia luka itu sudah tua.


🧱 2. Penjajahan terhadap Palestina Masih Terjadi Hari Ini

Ini bukan soal masa lalu saja. Ini tentang apa yang masih terus terjadi sekarang:

  • Penggusuran rumah warga Palestina setiap tahun,

  • Blokade total terhadap Gaza selama 17+ tahun,

  • Serangan militer yang membunuh ribuan warga sipil,

  • Pemukiman ilegal yang terus meluas,

  • Pembatasan akses terhadap air, listrik, pendidikan, dan kebebasan bergerak.

Artinya:

Konflik ini bukan warisan sejarah, tapi penindasan yang hidup hari ini.


🌍 3. Dunia Tidak Bisa Mengabaikan Ketidakadilan Atas Nama Kedamaian

Mengatakan, “relakan saja demi perdamaian,” adalah mengabaikan prinsip keadilan global.

Damai tanpa keadilan = Penyerahan, bukan perdamaian.

Bayangkan jika semua bangsa yang dijajah dulu berpikir begitu:

  • Indonesia merelakan penjajahan Belanda,

  • India merelakan penjajahan Inggris,

  • Afrika Selatan merelakan apartheid.

➡️ Maka tidak akan ada kemerdekaan dan kebebasan seperti yang kita nikmati hari ini.


🧭 4. Palestina Memiliki Hak Berdasarkan Hukum Internasional

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sebagian besar dunia mengakui:

  • Bahwa Palestina adalah entitas sah yang berhak atas tanah dan kemerdekaannya,

  • Resolusi PBB (misalnya 242, 338) menuntut Israel mundur dari wilayah yang diduduki.

Jadi bukan sekadar sentimen, ini adalah hak hukum yang ditegaskan secara internasional.

Jika dunia mendorong rakyat Palestina untuk “merelakan saja,” maka kita sedang:

  • Mengabaikan hukum internasional,

  • Melemahkan tatanan dunia yang seharusnya berdiri atas keadilan.


🩸 5. Merelakan Berarti Menormalkan Kekerasan

Meminta rakyat Palestina untuk diam berarti:

  • Menganggap pembunuhan dan pengusiran warga sipil sebagai sesuatu yang boleh dilupakan,

  • Memberikan contoh bahwa yang kuat boleh merampas hak, dan yang lemah harus menyerah.

Jika ini dibenarkan, maka:

Siapa pun di masa depan bisa melakukan kejahatan yang sama, dan mengharap dunia akan “merelakan”.


🤝 6. Damai Sejati Butuh Keadilan, Bukan Sekadar Mengalah

Damai bukan berarti pihak yang ditindas harus “ikhlas” dan mengalah.
Damai artinya:

  • Penjajahan harus diakhiri,

  • Hak rakyat harus dikembalikan,

  • Pelaku kejahatan harus bertanggung jawab,

  • Kedua pihak bisa hidup dalam martabat yang setara.

Keadilan adalah pondasi damai yang tahan lama.


✍️ Penutup: Luka yang Tidak Bisa Disuruh Lupa

Rakyat Palestina adalah manusia seperti kita.
Mereka punya hak untuk marah, menuntut, dan memperjuangkan tanah airnya.

Opini “ya sudahlah, relakan saja” mungkin lahir dari niat baik, tapi justru bisa menjadi senjata pasif yang membungkam korban dan melanggengkan penindasan.

Jangan minta mereka melupakan. Tapi bantu mereka mendapatkan kembali apa yang dirampas.


Sumber gambar: unsplash.com

Leave a Comment